Sunday, August 5, 2012

PRINSIP GEOGRAFI


Prinsip dalam ilmu geografi merupakan dasar dalam menguraikan, mengkaji, menganalisis, dan mengungkapkan gejala, variabel, faktor, serta masalah geografi. Kegunaan prinsip dasar dalam kajian geografi sebagai berikut.
a.     Prinsip deskripsi berguna untuk mempelajari gejala, fakta, atau peristiwa yang terjadi di permukaan Bumi
b.    Prinsip interelasi berguna untuk mempelajari keterkaitan antara gejala, fakta, atau peristiwa di permukaan Bumi.
c.     Prinsip distribusi berguna untuk mempelajari persebaran fenomena geosfer di permukaan Bumi.
d.    Prinsip korologi berguna untuk mendeskripsikan, mengkaji persebaran, dan mengkaji interelasi fenomena dalam ruang.

1.  Prinsip Distribusi/Persebaran
Prinsip distribusi (persebaran) menjelaskan bahwa persebaran fenomena di permukaan Bumi bervariasi atau tidak merata. Fenomena yang dimaksud dapat berupa fenomena alam atau fenomena sosial.Variasi persebaran dapat berupa fenomena yang mengelompok, menyebar, emanjang, atau tidak beraturan. Contoh kajian menggunakan prinsip distribusi adalah perbedaan jenis tanah pada setiap wilayah di Indonesia. Hal itu menunjukkan adanya fenomena persebaran yang tidak merata.
Migrasi penduduk disebabkan sedikitnya potensi ekonomi di daerah asal, menunjukkan bahwa potensi ekonomi tiap-tiap wilayah tidak sama. Penduduk yang tinggal di daerah dengan potensi ekonomi rendah akan mencari daerah lain yang memiliki potensi ekonomi lebih tinggi. Contohnya perpindahan penduduk dari daerah tandus ke daerah subur.
Prinsip persebaran menjelaskan persebaran fenomena alam dan fenomena sosial. Fenomena sosial yang dikaji dalam prinsip persebaran meliputi lingkungan sosial (hukum, adat, dan tradisi), bentang alam budi daya (permukiman, persawahan, dan perkebunan), serta masyarakat.
Prinsip distribusi (persebaran) menjelaskan bahwa persebaran fenomena di permukaan Bumi ber-variasi.Variasi persebaran dapat berupa fenomena yang mengelompok, menyebar, memanjang, dan tidak beraturan. Contoh kajian prinsip persebaran adalah persebaran jenis tanah di Indonesia yang berbeda-beda pada setiap wilayah.
2. Prinsip Interelasi
Prinsip interelasi mengkaji keterkaitan permasalahan yang terjadi di alam dalam hubungannya dengan manusia. Interelasi dapat terjadi antara alam dengan alam itu sendiri ataupun antara alam dengan manusia.
Contoh : Interelasi alam dengan alam
1.    Terjadinya angin disebabkan adanya perbedaan tekanan udara di dua tempat.
2.    Adanya aktivitas gunungapi menyebabkan mata air panas dan energi panas Bumi.
3.    Gempa tektonik terjadi akibat gerakan antara dua lempeng yang saling menjauh atau bertumbukan.
Contoh : Interelasi alam dengan manusia
Banjir di daerah hilir sungai terjadi akibat penggundulan hutan di wilayah hulu.
Prinsip interelasi menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara fenomena yang satu dengan fenomena yang lain dalam suatu ruang. Hubungan dapat berupa hubungan timbal balik atau saling memengaruhi. Hubungan juga dapat terjadi antara fenomena fisik dengan fenomena fisik serta fenomena fisik dengan fenomena sosial
3. Prinsip Deskripsi
Prinsip deskripsi menjabarkan atau mendeskripsikan keterkaitan antara aspek alam dan aspek manusia. Pendeskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, serta sebab akibat secara kualitatif dan kuantitatif. Pendeskripsian dilakukan dengan bantuan peta, grafik, dan diagram. Pendeskripsian ini akan membantu memahami berbagai fenomena alam ataupun sosial yang terjadi di permukaan Bumi.
Contoh :
1.    Fenomena gempa tektonik yang terjadi di Meulaboh, Aceh, diakibatkan gerakan sesar lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
2.    Penjelasan karakteristik penduduk suatu daerah.
3.    Hutan sebagai suatu ekosistem memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia
4.    sebagai daerah resapan air, mencegah terjadinya banjir, dan mencegah pencemaran udara.

4.    Prinsip Korologi
Prinsip korologi, fenomena yang terjadi akan dideskripsikan serta dikaji persebaran dan interelasinya dalam suatu ruang. Kondisi ruang akan memberikan corak pada kesatuan gejala, fungsi, dan bentuk.
Prinsip korologi dapat diartikan sebagai analisis suatu fenomena geosfer menggunakan gabungan dari prinsip deskripsi, persebaran, dan interelasi. Dalam analisis menggunakan prinsip ini, fenomena yang terjadi akan dideskripsikan serta dikaji persebaran dan interelasinya dalam suatu ruang.
Contohnya:
Kondisi wilayah Indonesia yang kaya bahan tambang dan gunungapi akibat letaknya yang merupakan pertemuan lempeng tektonik tepat dikaji dengan prinsip korologi. Prinsip korologi merupakan metode menganalisis suatu fenomena geosfer menggunakan gabungan dari prinsip deskripsi, persebaran, dan interelasi. Dalam analisis menggunakan prinsip ini, fenomena yang terjadi akan dideskripsikan serta dikaji persebaran dan interelasinya dalam suatu ruang.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.